Museum Nyamuk Pangandaran

Berjalan-jalan ke Pangandaran, Jawa Barat tidak sekedar tentang pantai maupun Green Canyon. Tambah daftar wisata saat mengunjungi kabupaten yang berada di selatan Jawa Barat ini ke Museum Nyamuk. Banyak informasi tak terduga dari hewan yang dekat di kehidupan manusia dari museum yang terletak dalam komplesk Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang ini.

Dari ruangan kecil seluas 6×6 meter terdapat koleksi 28 spesies nyamuk dari enam genus yang berasal dari 10 kota yang nyamuk-nyamuk yang pernah diteliti badan litbang yang berada di bawah Kementerian Kesehatan RI ini. Sehingga Anda bisa dengan mudahnya membedakan nyamuk jenis Aedes, Anopheles, Culex, Toxorynchites, Armigeres, Mansonia.

Selain itu terdapat alat mikroskop yang dilengkapi layar sehingga bisa melihat nyamuk lebih jelas. Ada juga puluhan koleks tanaman pengahalau nyamuk yang sudah dikeringkan. Tak ketinggalan kelambu berinsektisida yang ampuh menghalau nyamuk saat tidur.

Museum yang diresmikan 19 Agustus 2009 ini didirikan untuk menampilkan media penelitian yang dilakukan oleh litbang yang satu ini. Keberadaan Museum Nyamuk ini setidaknya dapat membantu masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang nyamuk secara menyeluruh. Pengunjung dapat mengenal berbagai fase perkembangan nyamuk. Juga contoh-contoh specimen genus mulai dari Aedes aegepty, nyamuk penyebar demam berdarah, hingga nyamuk Culex quin-ques-fast-ciatus, penyebar penyakit kaki gajah. Museum Nyamuk juga menyediakan film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk.

Masih satu gedung dengan nyamuk, terdapat mosquito theater yang menayangkan film dokumenter tentang siklus hidup nyamuk mulai dari telur, larva, pupa hingga dewasa. Tak jauh dari gedung ini, litbang ini pun memiliki kebun tompen alisan kebun yang berisi tanaman obat penyakit yang disebabkkan nyamuk.

0 thoughts on “Museum Nyamuk Pangandaran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: